Pacaran = Penyesalan Di Akhir Derita

Coba jawab deh, menurut kamu lelaki yang cari pacar itu biasanya sudah mapan atau jauh dari mapan? Faktanya lelaki yang cari pacar hampir semua yang belum mapan, karena pacaran memang nggak perlu mapan, benerrr ??? Karena lelaki yang belum mapan dan jauh dari tanggung jawab, NIKAH ?? mana mampu. Maka pacaran adalah yang paling cocok baginya.  Buktiin aja, tanya para lelaki yang pacaran “kenapa nggak langsung nikah?” pasti jawabannya cerminkan ketidakmapanan … Masih sekolah lah, belum cukup penghasilan lah, belum siap lah, ortu belum setuju lah dll lah.. itu tandanya dia belum mapan kan?

Jadi jelas ya.. kalau ada lelaki macam ini alasan “pacaran penjajakan pra nikah”, jelas bohong!!! dia nggak niat nikah.

Pertanyaannya, bila pacaran itu bukan penjajakan pra nikah karena lelaki belum mapan, terus pacaran itu apa??

Yang jelas banget bagi lelaki dan wanita, pacaran karena baku syahwat, enak memang , nikmat memang, namanya juga syahwat. Dan yang namanya syahwat nggak pernah cukup, awalnya minta yang biasa akhirnya bikin binasa, ceyemmmm (•ˆ⌣ˆ•)

Yuk kita pikir jernih deh .. kita masih SMA or mahasiswa lalu berencana nikah setelah lulus kuliah dan kerja, itu berarti 9-12 tahun lagi. Yakin tuh pacar kamu setia 9-12 tahun? nggak bakal bosen 9-12 tahun? Yakin kamu nggak bakal ketemu yang lebih sholeh/sholehah ?

Yang lebih penting lagi, yakin 9-12 tahun kamu nggak bakal kehilangan kehormatan ??? Bicara 9-12 tahun .. fiuuuhhh …. yang ada dalam waktu 6 bulan biasanya wanita sudah dihabisi pacarnya… Astagfirullah :(

Modal nonton 35 ribuan dan sekotak popcorn, modus mesum diluncurkan, pertama-tama kalian merasa aneh dan lama-lama kalian akan maksiat.

Kapan perempuan baru sadar jadi korban ? ketika sudah diserahkan semuanya ?? Kamu pikir itu cinta? Cinta nggak pernah seujung kuku bahayain orang yang dicintai bahkan kepikir pun nggak. Dalam pacaran bukan lagi membahayakan, tapi bikin aib dan malu yang mungkin lebih parah daripada bahaya fisik.

Jujur deh, ada nggak lelaki yang pacaran hanya cukupkan pada pegangan tangan? Kalo ada, maaf sepertinya bukan lelaki “normal”. Normal lelaki punya nafsu, normal lelaki punya syahwat. Karenanya islam menjaga agar jangan berdua-duaan (khalwat) karena bukan mahram. Kadang kedua pihak menyadari sama-sama salah, banyak maksiat dalam pacaran, hanya sama-sama ‘terlanjur’ susah mutusin.

Makanya, harus ada yang berpikiran jernih untuk kebaikan kamu berdua. Bila memang sudah siap, besok-besok segera datangi walinya aja, kan Lelaki Sejati Itu Datangi Ayahnya BUKAN Putrinya :)

sumber : @jombloMulia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s