Tak Bersamamu

Inikah cinta, saat aku harus membuktikan pada dia sosok yang belum tentu menjadi imamku kelak?

Inikah cinta, saat aku harus memilih tangisku atau kecewa mereka?

Aku ingat benar-benar saat kamu berjanji untuk menjagaku dulu. Tapi… Sosokmu berubah menjadi orang gila akhir-akhir ini, dirimu memintaku memberikan apa yang tak mungkin aku berikan.

Aku mencintaimu, tanpa syarat dan tanpa banyak meminta. Aku mencintai, tanpa banyak hal yang ingin aku rubah dalam dirimu. Aku mencintaimu, itu yang aku ingin juga kau lakukan.

Meninggalkan atau ditinggalkan adalah dua hal yang sama-sama menyakitkan. 

Aku menghargai keinginanmu, dan aku juga ingin kau menghargai pilihanku.

Sayang, cinta itu harusnya dibangun dengan rasa untuk saling melindungi, menghomati, menghargai, dan tidak ternodai dengan kesenangan dunia yang membuat kita menyesal nantinya.

Sayang, jika cintamu hanya sebatas itu. Maka cintaku pun hanya sebatas ini.

Aku tak mau ada tangis, apalagi tangis yang mereka perlihatkan untukku karena sebuah kesalahan semalam.

Aku tak mau ada rasa kecewa, apalagi rasa kecewa mama dan papaku, rasa kecewa adik-adikku, rasa kecewa sahabat-sabahatku. Hanya karena sebuah kenikmatan dunia yang harus aku pertanggung jawabkan seumur hidupku.

Akan ku niti tangga dari bawah menuju puncak sendiri tanpamu.

Akan ku jalani hari-hariku tanpamu.

Tak bersamamu tak akan membuat dunia ini berhenti berputar..

Tak bersamamu tak akan membuat jantungku berhenti berdetak.

Tak bersamamu adalah hal yang terbaik yang memang seharusnya terjadi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s