hanya ter-pisah bukan ber-pisah

“Jangan pernah teteskan air matamu untuk seseorang yg blm tentu pantas kamu tangisi” menerang pikiranku beberapa waktu lalu
“Kita hanya terpisah bukan terpisah” siapa yg tak tersentak hatinya jika org yg kita sayang berbicara smua itu…
Dia sama sekali tak berani menatapku, dan airmata ku jatuh tak menentu…
“aku gag perlu tanya sebesar apa rasa sayangmu, dan jangan tanya juga ke aku ttg itu” dia membelakangi ku.
Aku masih menunggunya, aku masih mencintainya. Bahkan kita masih berkirim pesan., saling mengingatkan untuk solat, dia yg selalu mengingatkanku untuk selalu bangun disepertiga malam. Hanya dia…yang memperlakukanku begitu istimewah dari awal hingga saat ini.
Lorong itu yang jadi saksi tentang kisah-kisah kita, tentang tawa kita, tentang canda kita, tentang aku yg menunggumu selesai kuliah.
Lobby itu yang jadi saksi tentang celotehanmu, tentang marahku, tentang teman2mu yg sering meledek kita berdua.
Parkiran itu yang jadi saksi, saksi kalo kita sering berebut siapa yg bayar parkir.
Semuanya memang berakhir tapi kenangan itu belum usai.
Seandainya kamu tau, aku merindukan sosokmu, merindukan saat kita berjamaah dirumahku, mengerjakan tugas dirumahku. Waktu kita memang sangat singkat tapi kenangan kita terlalu singkat juga aku lupakan.

Jika suatu saat kita ditakdirkan bersama lagi, akan ku jaga hatimu selalu, akan aku perlakukan mu sangat istimewah. Maafkan aku yg dulu terlalu cuek.
Namun jika waktu ku dan kamu tak lagi sama, akan ku cari seseorang yang sama sepertimu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s