apa artinya untukmu :”

Jemariku tak berhenti menuliskan beribu kata-kata cinta untukmu, kamu yang hadir disaat aku sangat-sangat jatuh. Kamu yang terlihat sangat perduli dan tulus dalam semua hal, kamu kamu dan kamu yang ada…
Mulanya ku ragu sangat ragu untuk memulai semuanya denganmu, menyambutmu dalam ikatan yang berbeda, memanggilmu juga dalam sebutan yang lebih manis lagi… Benarkah aku kekasihmu, benarkah akan keputusan yang aku buat ini… benarkan jalan yang kita lalui nanti akan indah, seindah janjimu yang mengatakan menuju ridhoNya dalam ikatan yang lebih indah nanti jika kita mau saling berjanji setia didepan para saksi… Menuju bahagia yang kita genggam bersama dengan keturunan kita. Tak mungkin ada wanita yang bisa menolak dengan janji seindah itu bahkan wanita cerdaspun pasti akan merinding mendengarnya.
Hari demi hari berganti menjadi hitungan bulan yang kita rajut dengan rasa saling percaya…
Aku merasakannya sangat indah bahkan lebih indah dari semua mimpi-mimpiku…
Aku ingin ini seterusnya bukan hanya sementara seperti yang sudah-sudah… Aku pernah mengatakan tepat diatas pundakmu, aku tak mau sakit hati lagi, aku ingin kamu menepatinya, menepati janjimu saat pertama kamu mengatakan ingin masuk dalam kehidupanku… Kamu peluk hatiku dengan janji yang masih ku ingat…
Jika berdua itu indah mengapa kamu hadirkan dia dalam kehidupan kita, mengapa harus ada dua wanita yang mengisi hatimu, mengapa janji itu juga kamu ucapkan yang harusnya cuma untuk aku… Bisakah satu hati diisi oleh dua orang yang katanya kamu cintai juga. Maafkan aku, aku tak sanggub untuk menerima alasanmu yang aku anggap klise…
Aku mencintai dan jika kamu mencintai aku juga harusnya hanya aku yang ada disitu, hanya aku yang menempati tempat itu tidak ada dia… Namun jika pilihan mu tetap menjalani kepada dua cinta, aku tak mau menjadi pertama atau kedua, karena aku ingin hanya satu-satunya yang mengisi tempat dihatimu.
Rasa sakit yang aku alami bukan hanya sekali… Tapi berulang-ulang kamu jatuhkanku lagi dan lagi saat aku bisa menerimamu dengan cinta lainmu itu, mengapa harus kamu cintai lagi wanita lain, wanita yang aku kenal, wanita yang selama ini dekat dengan kita… Tak cukupkah dua wanita? Tak cukupkan perhatian dari aku dan dia, atau kah kamu memang sang pemain cinta?
Rasa ini tak bisa aku ungkap, marahpun tak berguna saat mengetahui semua yang kamu lakukan… Aku mundur, hanya itu yang bisa aku katakan… Tak sanggub aku menerima cinta yang lain lagi, saat ini aku hanya ingin berpura-pura tidak mengetahuinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s