♥ Kisah Cinta Sejati Ali bin Abi Thalib RA. & Fatimah Az Zahra ♥

Siapa yang beranggapan bahwa kisah cinta sejati terbaik di muka bumi ini adalah roman antara Romeo dan Juliet karya William Shakepeare? Blm prnh tahu kisah cinta Ali bin Abi Thalib, pemuda cekatan yg cinta ilmu & putri Rasulullah SAW, wanita tegar yg lembut, Fatimah Az zahra? Kalau tahu pasti kisah Romeo & Juliet tak lebih dr sbuah roman yg dilukis diatas kertas. | Buat jomblo, “Berbahagialah, Allah menyayangimu”. Kisah yg dilandasi iman & cinta pd Allah SWT & ini benar” terjadi sekitar 14 abad silam menghiasi indahnya langit jazirah Arab pd masa itu.

♥ Kisah Cinta Sejati Ali bin Abi Thalib RA. & Fatimah Az Zahra ♥

Cinta Ali pd Fatimah bkn cinta konyol yg terlontar begitu saja, namun sebuah cinta yg dihiasi proses kdewasaan dibalik umurnya yang masih muda. Cinta yang disimpannya begitu rapat, yang ia sendiri tak yakin itu cinta, sampai suatu saat perasaannya diuji. Ada lelaki luar biasa datang kepada Rasulullah. Sahabat yang membenarkan peristiwa Isra’ mi’raj & Rasulullah memberinya gelar “ash-siddiq”. Sahabat yang lahir dengan nama Abdullah bin Abi Quhafah, atau lebih dikenal sbg Abu Bakar Ash-Siddiq, telah melamar putri Sang Rasul. Ali bin Abi Thalib RA. pun bergetar, namun tak serta merta membuatnya bergerak tak terarah.

“Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Ali sadar, Abu Bakar jauh lbh baik dr dirinya. Abu bakar bkn krabat dkt Nabi sprti Ali, namun cinta Abu Bakar pd Rasulullah bgitu besar. Ia (Abu Bakar Ash-Siddiq) yang menemani Rasulullah ketika hijrah, dan rela kakinya diracuni seekor ular. Menahan perihnya tanpa bersuara agar Rasulullah tidak terjaga dari tidurnya hingga air matanya tanpa ia sadari menetes ke pipi nabi. Sedangkan Ali bin Abi Thalib RA. merasa tidak sebanding dengan itu yang hanya menggantikan Rasulullah di tempat tidurnya.

Ia sudah rela jika jodoh Fatimah adalah Abu Bakar ia siap untuk mundur, karena inilah ukhuwah yg jauh lebih indah dr cinta yg dirasanya sekarang.

Ia lebih mendahulukan kebahagiaan Fatimah atas cintanya. Namun ternyata lamaran Abu Bakar Ash-Siddiq di tolak.

Benih-benih cinta itu mulai bersemai kembali, dalam diam dan tenang ia mempersiapkan diri. Kelak suatu saat waktunya akan tiba. Dalam diam ia (Ali bin Abi Thalib RA.) tetap menjaga cintanya. Ya, dalam diamnya pada dunia. Tidak mengumbar apa yang ada di hatinya. Cukup keheningan seperempat malam terakhir dan tahajudnya yang tahu akan cintanya pada sang putri Rasul. Lagi-lagi cintanya di uji, kini seseorang yg tak kalah luar biasa kembali dtg menghadap Rasulullah & menyatakan niat untuk melamar Fatimah. Lelaki yang jikalau syeitan mendengar langkah kakinya maka ia akan lari terbirit birit. Sang Al Farruq, Umar ibn Al Khattab. Pembeda antara hak dan yang bathil. Lelaki yang membuat dakwah Islam jauh lebih terbuka dan terang terangan, Umar ibn Al Khattab. Memang, jika dibanding dengan Ali bin Abi Thalib RA., Umar ibn Al Khattab RA. termasuk yang terakhir memeluk Islam. Tapi semangatnya mengejar ketinggalan, & gegap gempita sabetan pedangnya yg konon hanya sanggup dibawa oleh 10 org ini membuat Ali kecut.

Lagi-lagi Ali meng-itsar-kan cintanya pada saudara nya Umar. Ia yakin Fatimah akan jauh lebih aman bersama Umar. Dan ia ridha akan itu. “Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan, Yang ini pengorbanan.”

Lagi-lagi lamaran ini di tolak. Ali bingung, lelaki seperti apa yang diidamkan Rasulullah menjadi menantunya? Siapa kiranya yg pantas menjadi pendamping Fatimah, 2 sahabat terbaik yg datang tak menemukan apa yg diinginkan. Ali jd ragu, akankah ia bisa?

Dibuang jauh-jauh prasaan itu, ia pun maju. Karena cinta tak menanti, ia ada jika kesempatan mempersilakan, & Ali mengambil kesempatan itu. Dengan modal harta yang apa adanya ia datang, hanya seperangkat baju besi yang biasa ia pakai berperang menjadi modalnya. Ia sampaikan tujuan nya pada Rasulullah. Nabi tersenyum kecil, dan berkata “Ahlan wa sahlan”. Lamaran bersambut. Ali lah yang memenangkan peperangan ini. Ia bukan berperang dengan Abu Bakar atau Umar dalam memperebutkan sang gadis pujaan. Lebih besar lagi, ia berperang melawan hawa nafsunya. Ia memenangkan hatinya sendiri, dari keraguan dan bisikan keputusasaan. Dalam ujian hati ini, Ali terus diam. Tak ada salah tingkah, tak ada syair-syair rindu, tak ada ratap sedih kegalauan. Ali menang dan maju sebagai lelaki sejati, menawarkan cinta berlandaskan keimanan pada sang Ayah Fatimah.

Akhirnya Ali menikahi Fatimah. Tanpa janji-janji, tanpa penantian yang tak berujung, tanpa harapan kosong yang dengan mudah diumbar. Ternyata tak kurang juga yang dilakukan Putri Sang Nabi, dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (stlah menikah) Fathimah berkata kpd Ali.

Fatimah Az Zahra berkata, “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali jatuh cinta pada seorang pemuda.” … Ali terkejut & berkata, “Kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? Dan Siapakah pemuda itu?” … Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan Aku u/ menikahkan Fatimah putri Khadijah dgn Ali bin Abi Thalib, … maka saksikanlah sesungguhnya aku telah menikahkannya dgn maskawin 400 Fidhdhah (dlm nilai perak), dan Ali ridha (menerima) mahar tsb.”

Inilah cinta sejati, inilah cinta yg hakiki. Cinta yg disimpan dalam-dalam diruang hati, hanya Sang Pemilik cinta yg tahu akan rasa itu. Mungkin ia gadis yang kita cintai, atau pemuda itu yang kita dambakan. Namun, sungguh tak perlu rasanya ia tahu sebelum masanya tiba. Biarlah ia menunggu, sebagaimana Fatimah menunggu hadirnya cinta yang ia nanti. Atau jika kau lebih berani, jadilah Ali. Yang tak mengumbar janji dan maju melamar sang bidadari. Wallahu’alam.

Hina dihadapan orang”, insya Allah mulia dihadapan-Nya. Dan sekali lg buat para jomblo, “Berbahagialah, Allah masih menyayangimu”.🙂

Kriteria Istri

Dear para Ikhwan, ada tips milih calon Istri mau? Cekidot yaaaa (˙⌣˙✽)

Kenapa ikhwan harus pandai memilih calon Istri? Ya karena pernikahan itu setengah dien, kalau salah milih bisa celaka dunia akhirat. Bayangkan istri yang tidak mampu menyenangkan hati suaminya hanya akan membuat sang suami terjerumus dalam dosa. Daripada si suami harus repot-repot merubah tabiat istri, kenapa tidak dari awal saja memilih wanita yang sholehah dan bagus budi pekertinya?

  1. Kriteria Istri yg baik bisa kita liat dari prinsip hidupnya, mau diajak pacaran sebelum menikah atau tidak. Ujilah ia dengan itu.
  2.  Kriteria Istri yg baik dilihat dari seberapa teguh ia menjaga shalat tepat waktu. Lihatlah apakah ia masih sibuk saat masuk waktu sholat.
  3. Kriteria Istri yg baik bisa diliat dari update status FB/twitternya. Banyak galaunya atau banyak berbicara tentang agama/berdakwah.
  4. Kriteria Istri yg baik lihatlah siapa teman-temannya. Kalau temannya hobby shopping dan foya-foya biasanya dia jg akan seperti itu.
  5.  Kriteria Istri yg baik lihatlah bagaimana lingkungannya melihatnya. Jika org disekitarnya menyayangi dia, Insya Allah dia calon yg baik.
  6. Kriteria Istri yg baik dinilai dari seberapa mandiri ia. Nilai plus untuk wanita yg tidak mengandalkan bantuan orang tua setelah ia dewasa.
  7. Kriteria Istri sempurna memang tidak ada. Tapi pilihlah wanita yang senantiasa menggunakan waktunya untuk terus memperbaiki diri.

Jangan pilih wanita yang ia habiskan masa mudanya hanya untuk menggalaukan status jomblo dan sibuk cari gebetan sana-sini. Jangan pilih wanita yg mau diajak keluar berdua saja bahkan mau diajak ke tempat sepi. Wanita seperti ini diikuti setan dibelakangnya. Jangan pilih wanita yang suka sengaja berhias di depan pria-pria yang bukan muhrimnya.

Bangunlah rumah tangga seolah kau sedang membangun rumah di surga bersamanya. Jika dunia saja terasa neraka, bagaimana di akhirat?

Bahagiakah engkau para Ikhwan memiliki istri yg tidak patuh padamu? Patuh pada Allah saja dia tidak mau apalagi padamu.

Ikhlaskah engkau para ikhwan berkerja keras siang malam sementara istrimu menghamburkan uangmu demi hal tak berguna?

Mudah sekali mempertahankan cinta pada ia yg apabila di dekatnya kita merasa nyaman. Pilihlah yg menyenangkan mata dan hati kita. Salah satu penyebab berkah dalam hidup adalah memiliki pasangan yg sholeh/sholehah. Sebaliknya jika tidak maka akan timbul petaka.

sumber : @KhaldaHIJAB

Pacaran = Penyesalan Di Akhir Derita

Coba jawab deh, menurut kamu lelaki yang cari pacar itu biasanya sudah mapan atau jauh dari mapan? Faktanya lelaki yang cari pacar hampir semua yang belum mapan, karena pacaran memang nggak perlu mapan, benerrr ??? Karena lelaki yang belum mapan dan jauh dari tanggung jawab, NIKAH ?? mana mampu. Maka pacaran adalah yang paling cocok baginya.  Buktiin aja, tanya para lelaki yang pacaran “kenapa nggak langsung nikah?” pasti jawabannya cerminkan ketidakmapanan … Masih sekolah lah, belum cukup penghasilan lah, belum siap lah, ortu belum setuju lah dll lah.. itu tandanya dia belum mapan kan?

Jadi jelas ya.. kalau ada lelaki macam ini alasan “pacaran penjajakan pra nikah”, jelas bohong!!! dia nggak niat nikah.

Pertanyaannya, bila pacaran itu bukan penjajakan pra nikah karena lelaki belum mapan, terus pacaran itu apa??

Yang jelas banget bagi lelaki dan wanita, pacaran karena baku syahwat, enak memang , nikmat memang, namanya juga syahwat. Dan yang namanya syahwat nggak pernah cukup, awalnya minta yang biasa akhirnya bikin binasa, ceyemmmm (•ˆ⌣ˆ•)

Yuk kita pikir jernih deh .. kita masih SMA or mahasiswa lalu berencana nikah setelah lulus kuliah dan kerja, itu berarti 9-12 tahun lagi. Yakin tuh pacar kamu setia 9-12 tahun? nggak bakal bosen 9-12 tahun? Yakin kamu nggak bakal ketemu yang lebih sholeh/sholehah ?

Yang lebih penting lagi, yakin 9-12 tahun kamu nggak bakal kehilangan kehormatan ??? Bicara 9-12 tahun .. fiuuuhhh …. yang ada dalam waktu 6 bulan biasanya wanita sudah dihabisi pacarnya… Astagfirullah :(

Modal nonton 35 ribuan dan sekotak popcorn, modus mesum diluncurkan, pertama-tama kalian merasa aneh dan lama-lama kalian akan maksiat.

Kapan perempuan baru sadar jadi korban ? ketika sudah diserahkan semuanya ?? Kamu pikir itu cinta? Cinta nggak pernah seujung kuku bahayain orang yang dicintai bahkan kepikir pun nggak. Dalam pacaran bukan lagi membahayakan, tapi bikin aib dan malu yang mungkin lebih parah daripada bahaya fisik.

Jujur deh, ada nggak lelaki yang pacaran hanya cukupkan pada pegangan tangan? Kalo ada, maaf sepertinya bukan lelaki “normal”. Normal lelaki punya nafsu, normal lelaki punya syahwat. Karenanya islam menjaga agar jangan berdua-duaan (khalwat) karena bukan mahram. Kadang kedua pihak menyadari sama-sama salah, banyak maksiat dalam pacaran, hanya sama-sama ‘terlanjur’ susah mutusin.

Makanya, harus ada yang berpikiran jernih untuk kebaikan kamu berdua. Bila memang sudah siap, besok-besok segera datangi walinya aja, kan Lelaki Sejati Itu Datangi Ayahnya BUKAN Putrinya :)

sumber : @jombloMulia

Berhijablah sebelum terlambat

Bismillahirrohmanirrohim…

Merekalah bidadari di dunia yang cintanya kepada Allah dan RasulNya dibuktikan dengan keteguhan berpegang pada syariat. Menutup aurat itu perjuangan, mengapa demikian? karena hakikatnya kita sedang melawan musuh terbesar yaitu HAWA NAFSU kita. Meski gerah, meski terkadang merasa pusing tapi hatinya ridho dan ikhlas karena mereka tau perjuangan ini tak seberapa degan siksa hari akhir. Betapa kini bagi kita sudah tidak ada lagi halangan besar untuk berjilbab seperti jaman dulu.

Apa yang membuatmu masih menunda-nunda?

Pernahkah kita membayangkan, ketika kelak kita menghadapi kematian?

Dan ruh kita menyadari bahwa kita masih belum sempurna mentaati syariat. Ketika malaikat maut tepat berada di atas kepalamu, nafasmu tersengal, mulutmu terkunci dan tubuh tak mampu bergerak lagi. Ketika di sekitarmu penuh dengan tangis dan air mata,nyawamu meregang, namun kau tak dapat menghindarinya. Saat dimana telah tiba ketentuan Allah lalu nyawamu pun diangkat ke langit.

Kebahagiaan atau kesengsaraankah yang akan kita jumpai?

Pernahkah engkau memikirkan detik-detik kematian sementara saat ini kau masih saja melawan perintah Allah, tidak mentaati peraturanNya?

Apakah kau lebih menyukai perasaan banggamu memperlihatkan aurat daripada keselamatan dari adzab yang sangat pedih?

Apakah hawa nafsumu lebih kau cintai daripada kebahagiaan abadi yang berhak kau dapatkan kelak di akhirat?

Keputusanmu saat inilah yang menentukan apakah kelak kau berhak menikmati surganya Allah atau tidak. Tunggu apalagi?

Berhijablah sebelum datang padamu waktu yang telah ditentukan. Berhijablah sebelum datang masa tidak ada gunanya penyesalan. :’)

sumber: khaldahijab

Untuk Siapa Kesucian Cinta Ini Akan Berlabuh ?

Dear Ukhty…

Berhati-hatilah ketika hendak jatuh hati kepada lelaki, Berhati-hatilah ketika hendak menambatkan hati kepada lelaki. Dan berhati-hatilah ketika hendak melabuhkan hati kepada lelaki. Jangan pernah mengagumi seorang lelaki yang begitu pandainya menaklukkan hati banyak wanita. Jangan pernah mendambakan seorang lelaki yang begitu banyak diperebutkan wanita hanya karena ketampanannya. Akan tetapi… Kagumilah seorang lelaki yang selalu pandai menjaga hati dan perasaan kaum wanita. Dambakanlah seorang lelaki yang selalu pandai menghormati dan memuliakan kaum wanita. Karena lelaki yang demikian adalah sosok yang paling pantas untuk menjadi pendamping hidupmu. Yang akan mampu menjadikan dirinya sebagai seorang Imam yang baik bagi Isteri dan anak-anaknya. Jutaan pengecut hanya sanggup mengekspresikan cinta dengan kalimat “I LOVE YOU”. Namun HANYA beberapa pemberani sanggup membuktikan keseriusannya dengan “QOBILTU”.

Duhai sobat… Jika engkau pria,jadilah sedikit dari anak muda yang pemberani itu. Dan Jika engkau wanita, pilihlah pria sepemberani itu.

Kita Bangun Cinta setinggi-tingginya dan seindah-indahnya, Pada Yang Maha Cinta Karena CintaNya Tak Mudah Terlebur. Cinta bernilai jika kita menilainya dengan KEBAIKAN.

Lain Halnya dengan seseorang yang selalu saja membicarakan Cinta dengan Mengedepankan Potensi KEBURUKANNYA. Kerjanya hanya mencari-cari TITIK KELEMAHAN dan KEKURANGAN apa pun yang dipandangnya. Ketika melintas seseorang di hadapannya, Sontak ia mencolek Kawan disampingnya untuk memulai Pembicaraan adalah KEKURANGAN orang tadi. Selalu Hal Negatif yang ada di pikirannya.

Dalam Rangka membangun Cinta, kumpulkan Arus-arus POSITIF. Lalu… Hidupkan Cinta itu dengan CAHAYA yang ada di HATIMU. YAKINLAH… Bahwa ALLAH mencintaimu Karena Dia Telah menciptakanmu Dengan Cinta. Cintalah kepada Yang Maha Mencintai yang menciptakan cinta, agar cinta kita bukanlah cinta biasa, tapi cinta luar biasa. Seorang PECINTA hanya memberikan CINTA SEJATINYA kepada yang Maha Agung. Seharusnya CINTA berawal dan berlabuh pada ALLAH. Maka CINTA yang lain hanyalah Upaya merealisaikan CINTA pada ALLAH ^_^

sumber @JombloMulia

Inilah Caraku Mencintai Dengan Indah

Duhai kamu para wanita, maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah ? Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu ? Namun ku hanya akan diam.. Saat ku mencintai, takkan pernah ku menyatakan.. Tak akan ku menggoreskan.. Yang ku lakukan hanyalah diam.. Karena cinta adalah kehidupan karena rasa itu adalah cahaya. Aku tahu, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita. Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi, dengan begitu banyak warna. Cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak jarang membuatmu menderita, Cinta ada kalanya manis bagaikan gula. Namun juga mampu memberi pahit yang sangat getir KARENA Cinta adalah perangkap rasa. Sekali kau salah berlaku, maka kau akan terkungkung dalam waktu yang lama dalam lingkaran derita. Maka duhai kamu para wanita, Agar kau dapat keluar dari belenggu itu. Dan mampu melaluinya dengan anggun…. Mencintailah dalam hening.. Dalam diam.. Tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari. Namun juga, jangan kau sikapi dengan berlebihan, Jangan kau umbar rasamu, Jangan kau tumpahkan segala sukamu. Cobalah merenung sejenak dan fikirkan dengan tenang.. Kita percaya takdir bukan? Kita tahu dengan sangat jelas… Dia, Allah telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya? Jadi, apa yang kau risaukan? Biarkan Allah yg mengaturnya, Dan yakinlah di tangan-Nya semua akan baik-baik saja. Dia yang kau puja, yang kau ingat saat siang dan yang kau tangisi ketika malam, Akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu?. Kita tak tahu & tak akan pernah tahu.. Hingga saatnya tiba.. Maka, ku ingatkan padamu, tidakkah kau malu jika smw rasa telah kau umbar ? Karena cinta kita begitu agung untuk di umbar.. Begitu mulia untuk di tampakkan.. Begitu sakral untuk di tumpahkan.. Maka tawan hatimu sendiri dlm sangkar keimanan, Dalam jeruji kesetiaan padanya yg tlh Allah tuliskan namamu & nama’a di Lauhul Mahfuzh. Maka cintailah dalam hening. Agar jika memang bukan dia yg ditakdirkan untukmu, Maka cukuplah Allah dan kau yg tahu segala rasamu.. Maka, ku beritahukan padamu, Pegang kendali hatimu..Jangan kau lepaskan dan Acuhkan semua godaan yg menghampirimu. Karena Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan.. Namun cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan. Duhai kamu para wanita… Yang kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya. Maka, peganglah kendali hatimu, Lalu.. Arahkan pada-Nya. Dan cintailah dalam diam.. Dalam hening.. Itu jauh lebih indah dan jauh lebih suci. 

 

Sumber @JombloMulia

Nikah Muda

► Mau nikah tapi belum ada modal!

  • Nikah kok pake nunggu ngumpulin modal, emang mau buka toko! Nikah kok nunggu mapan, nunggu kaya, nunggu sejahtera. Terus, kalau sampai ujung masih nggak mapan… tetap mau nikah juga kan?

► Tapi saya masih belum lulus kuliah!

  • Emang sejak kapan nikah pake ijazah?

► Saya belum punya pekerjaan tetap!

  • Nggak penting itu punya pekerjaan tetap, yang penting tetap punya penghasilan🙂

► Padahal rencana saya nikah umur 30-an gitu

  • Coba deh diitung-itung, umpama cowok nikah usia 30. Anaknya lulus kuliah udah berapa tuh usia sang bapak?. Lebih dari 50 taun. Kalo nikahnya umur 20? Usia 40-an kan masih kuat main tenis sama anak😉

► Saya nunda nikah karena belum siap dari segi finansial!

  • Lho, kenapa nikahnya yang ditunda, kenapa nggak finansialnya aja yang dipercepat?🙂

► Nikah muda itu bahaya lho. Rawan perceraian, karena kondisi emosional, finansial, psikis, anak muda masih labil. Bayi yang lahir oleh pasangan muda itu bla bla bla….

  • Naah, sudah tahu kan rawan? Makanya cepat nikah dan nanti banyak ngalah aja sama istri🙂

► Saya sering liat ada orang dewasa yang nggak nikah-nikah?

  • Lelaki dewasa yang belum juga berani nikah kemungkinannya hanya 2: penakut atau kejantanannya perlu dipertanyakan :)) Udahlah, daripada tersinggung, mending berubah🙂

► Jangankan nafkahin isteri, nafkahin diri sendiri saja belum bisa!

  • Hah? Usia mudanya dipake ngapain aja tuh?

► Saya pingin membahagiakan ortu dulu. Masak baru lulus, baru kerja, langsung minta nikah?

  • Hey, bukankah lebih keren kalo kita membahagiakan ortu, isteri, juga mertua sekaligus?

► Saya mau fokus di karir dulu

  • Waah, niatnya bagus dong. Istri akan selalu mendorong agar karirmu juga bagus🙂

► Mas, modal nikah itu berapa sih?

  • Seringan mungkin. Sesederhana mungkin. Resepsi sesederhana mungkin. Jangan boroskan duit di resepsi.

► Kenapa ada yang usai nikah tapi hidupnya malah berantakan?

  • Yang usai nikah dan lebih bahagia juga banyk. Jadi yang salah bukan nikahnya, tapi orangnya🙂

► Kalo belum ketemu jodoh gimana?

  • Ya temuilah. Di situ laki kan? Masa tunggu ditemui perempuan. Ada niat ada jalan. Buka lowongan di status aja… he he he.

► Lha cara temui jodoh itu gimana?

  • Gitu masih ditanyain? Ckckckck.. katanya udah gedhe🙂

► Boro2 nikah, kuliah aja nggak lulus2. Boro2 nikah, kerja aja nggak dapet2. Boro2 nikah, usaha aja nggak jalan2. Boro2 nikah, ortu aja belum ngizinin. Boro2 nikah, jodoh aja nggak dapet2

  • Cape deh (*tepok jidat)

Nikah ituuuu menenangkan. Juga menyenangkan. Beneran. Apalagi nikah muda, beuuh, serasa kayak pacaran. Tapi ini pacarannya keren, pacaran setelah pernikahan. Daripada protes, daripada tersinggung, daripada panas, daripada pingin, mending berbenah, mending berubah, mending berdoa, semoga bisa tergapai cita-cita nikah muda🙂

Sumber http://www.busana.com